Alih fungsi lahan ternyata yang menjadi biang kerok utama terjadinya berbagai bencana yang merusak dan mengancam keselamatan masyarakat
Indonesia yang terkenal dengan hutan jati yang luas, tetapi lama-lama terkikis habis dengan adanya alih fungsi lahan kawasan industri
Penulis Lisnawati
Pendidik Generasi
Matacompas.com, SURAT PEMBACA -- Setelah masyarakat terlenakan dengan hasil pemilihan umum, di mana satu sama lain saling gontok-gontokan untuk mendapatkan suara mulai dari kekalahan hasil suara pemilihan umum sampai terkuak banyaknya kecurangan hasil suara di beberapa tempat pemungutan suara. Masyarakat dikejutkan dengan adanya angin puting beliung yang memporak porandakan tempat industri, perumahan warga, sampai tempat perbelanjaan. Angin puting beliung tidak terjadi hanya di daerah Rancaekek saja tetapi hampir di setiap Kabupaten Bandung, dan masyarakat makin resah dengan adanya kejadian ini.
Berita ini benar terjadi sebagaimana dikutip oleh media online tekno[dot]tempo[dot]co, Jumat (23/04/2024), Profesor Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, BRIN (Badan Riset dan inovasi Nasional) Edi Hermawan mengatakan, "Lahan hijau ke Industri menjadi pemicu puting beliung di Rancaekek. Tata guna lahan yang semula hutan jati biasanya rawan pusaran diterjang angin apabila kawasan itu beralih fungsi menjadi kawasan industri.”
Alih fungsi lahan ternyata yang menjadi biang kerok utama terjadinya berbagai bencana yang merusak dan mengancam keselamatan masyarakat. Indonesia yang terkenal dengan hutan jati yang luas, tetapi lama-lama terkikis habis dengan adanya alih fungsi lahan kawasan industri.
Dengan banyaknya kawasan industri di Indonesia sebagai bukti berhasilnya ekonomi sistem kapitalis yang sangat meresahkan masyarakat, karena sistem pemerintahan kapitalis menganut sistem kebebasan kepemilikan. Di mana para pemilik modal dengan leluasa menguasai lahan demi kepentingan individu serta meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya
Walaupun para pemilik modal berdalih, alih fungsi lahan ini untuk pembangunan dan investasi, tapi nyatanya pembangunan yang ada hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang berkepentingan serta untuk pemilik modal saja. Masyarakat kecil hanya merasakan keresahan, keterpurukan dan kemiskinan imbas dari pembangunan ini.
Dengan adanya kejadian angin puting beliung masyarakat sangat dirugikan. Selain harus merenovasi rumah tempat tinggalnya, dalam keadaan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja masih kurang, ditambah dengan adanya kebijakan harga kebutuhan pokok yang mahal.
Berbeda dengan sistem Islam. Dalam pemerintah Islam, pemerintah betul-betul memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk dalam tata guna lahan. Tidak ada kebebasan dalam menguasai lahan yang berkaitan dengan kepentingan umum seperti tanah, perairan, dan pertambangan dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Para pemimpin pun amanah, takut kepada Allah Swt. sehingga bertanggung jawab dan meriayah rakyatnya dengan adil, tidak membeda-bedakan antara yang kaya dan miskin.
Saatnya meninggalkan sistem kapitalis yang makin rusak untuk menuju sistem Islam tegak di tengah-tengah masyarakat dalam naungan Khilafah ala minhaj annubuah.
Waallahualam bissawab. []
