Pemilu Membuat Rakyat Pilu Karena Harapan Semu


Harapan rakyat untuk hidup sejahtera, nyaman, aman dan damai hanyalah harapan semu belaka

Realitasnya kesejahteraan, kenyamanan, keamanan hanya dirasakan oleh segelintir orang saja


Penulis Heni Ruslaeni 

Ibu Rumah Tangga


Matacompas.com, OPINI -- Pemilihan Umum (pemilu) sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai sebuah pesta, yang mana banyak pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pelaksanaannya mulai dari pemerintahan, para pejabat, para tokoh masyarakat, para pelajar, hampir seluruh masyarakat terlibat untuk menyambut, merayakannya.


Gelaran pemilu tahun 2024 sangat dirasakan oleh segenap masyarakat, ribuan masyarakat menyalurkan hak suaranya untuk bisa menentukan nasib negara ke depannya. Pemilu yang dilaksanakan di Indonesia secara umum berdasarkan asas langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.


Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bandung, KH. Shohibul Ali Fadhil, M. Mengatakan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) diharapkan ikut serta melakukan Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu tidak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, namun memilih  anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk periode 2024-2029 pada Rabu (14/2). Kegiatan pemilu di masing- masing TPS berlangsung aman dan tertib. (Cimcipedes, 15/02/2024)


Pemilu memang telah usai tetapi masa tegang mulai mencekam, masyarakat menantikan dan mengharap pasangan calon yang telah mereka pilih mendapatkan jumlah rating tertinggi. Jika kita cermati saat ini masyarakat benar-benar menginginkan perubahan yang hakiki dari terpilihnya seorang presiden dan harapan itu mereka sandarkan kepada Paslon yang berhasil menduduki kursi kekuasaan. Atas dasar itu, sudah menjadi rahasia umum jika pada setiap pelaksanaan pemilu selalu saja terjadi kecurangan, bahkan hari ini kecurangan itu begitu nampak didepan mata. Dari mulai kertas suara yang sudah tercoblos di beberapa wilayah, adanya tim khusus untuk memaksakan hak pencoblosan kepada para lansia, maraknya bantuan sosial mengatasnamakan Paslon dengan syarat mereka yang menerima harus memilih Paslon tersebut, begitupun dengan para caleg yang gagal sementara berbagai bentuk bantuan telah diberikan kepada masyarakat pada akhirnya mereka mengambil kembali bantuan tersebut. Sungguh keadaan ini begitu miris dan menyedihkan, bahkan memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi masyarakat yang berimbas kepada apa yang terjadi hari ini yaitu terjadinya kelanggengan beras dan kenaikan harga beras yang begitu panas.


Di samping itu, survey skor kemenangan yang penuh dengan permainan. Jumlah dan angka  diatur sedemikian rupa sesuai kehendak mereka. Begitu banyak ketimpangan didalam nya,para pemangku kewenangan mengklaim salah input, tetapi sungguh tak masuk di akal jika kesalahan input itu terjadi di berbagai wilayah. Dan mungkin masih banyak lagi kecurangan-kecurangan lain yang tak nampak. Yang jelas pergolakan sengit sedang terjadi di antara pemangku kekuasaan dan keadaan itu akan senantiasa terjadi. Sungguh begitu kotornya politik dalam demokrasi. Sementara itu rakyat menjadi korban kezaliman, harapan rakyat untuk hidup sejahtera, nyaman, aman dan damai hanyalah harapan semu belaka. Realitasnya kesejahteraan, kenyamanan, keamanan hanya dirasakan oleh segelintir orang saja. 


Orang yang berjuang kalah dengan orang yang ber-uang. Halal haram tak lagi menjadi pijakan. Slogan oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat hanya sebatas pemanis belaka.


Inilah wajah buruk dari sistem demokrasi kapitalisme yang ide dasarnya sekulerisme. Tak ada yang mesti diharapkan dari pemenang sebuah kontestan, sebab biaya politik dalam demokrasi sangatlah tinggi dan semua itu harus kembali. Sudah saatnya umat beralih kepada sistem Islam, dengan menerapkan aturan yang telah ditetapkan oleh sang maha pencipta alam yaitu Allah Swt., di bawah satu institusi dan satu pemimpin. Pemimpin yang memiliki pandangan yang menyeluruh atas persoalan umat, yang menerapkan aturan dan sistem terbaik, sebuah sistem yang Allah tetapkan bagi manusia, yaitu sistem Islam. Dari sistem Islam inilah akan melahirkan kepemimpinan ideologis dengan konsep periayahan, yang menjalankan setiap amanah dengan penuh rasa tanggung jawab atas dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt..


Pemilu dalam Islam adalah hal yang boleh dilakukan dan merupakan wasilah dalam memilih pemimpin yang akan menjalankan aturan sesuai dengan syariat Islam. Seorang pemimpin dalam Islam wajib memenuhi tujuh syarat agar ia berkompeten dalam tugas memangku amanah kenegaraan diantara syarat itu adalah muslim, laki-laki, balig, berakal, adil, merdeka dan mampu. Dalam sistem Islam pemimpin dipilih hanya untuk menjalankan hukum Allah Swt. dan menerapkan syariat Islam pada seluruh aspek kehidupan. Dan pemilihan pemimpin tersebut ditetapkan dengan bai'at. Oleh karena itu, pemilu dalam sistem Islam merupakan teknis (uslub) pembai'atan seorang pemimpin bukan metode pengangkatan seorang pemimpin. Maka sudah seharusnya kita memahami dan mensosialisasikan konsep politik Islam yang sebenarnya, hingga masyarakat percaya dan yakin dengan ideologi Islam.

Wallahualam bissawab. []

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Pemilu Membuat Rakyat Pilu Karena Harapan Semu
Pemilu Membuat Rakyat Pilu Karena Harapan Semu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQYTsVpbmatyeQb5lkbsDf3yZ2ZIrwcmEXUEKyRM8eUtT-i5bKjlLnWxTYeQ7J5u-mJJuOTEAhHqkXNTvusQhInXBEj87SU9K83s6P_ir4QLL1NkCgmJXESnDyrCwIDXoxsMU88p2TBwq7lRULqh88aOnfZpSwCo3ctx-HDxSMMZ3Z5UYoLHLPeut3NSl/s320/20240302_084837.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQYTsVpbmatyeQb5lkbsDf3yZ2ZIrwcmEXUEKyRM8eUtT-i5bKjlLnWxTYeQ7J5u-mJJuOTEAhHqkXNTvusQhInXBEj87SU9K83s6P_ir4QLL1NkCgmJXESnDyrCwIDXoxsMU88p2TBwq7lRULqh88aOnfZpSwCo3ctx-HDxSMMZ3Z5UYoLHLPeut3NSl/s72-c/20240302_084837.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/pemilu-membuat-rakyat-pilu-karena.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/pemilu-membuat-rakyat-pilu-karena.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content