Salah satu penyebab terjadinya bencana alam tersebut dikarenakan beralihnya fungsi lahan
Lahan yang Asri berubah menjadi kawasan industri dan hunian masa kini
Oleh Siti Rusmiati, S. Pd.
Pendidik Generasi
Matacompas.com, SURAT PEMBACA -- Hutan diciptakan Allah Swt. sebagai sumber serta penyangga kehidupan manusia dan makhluk lainnya yang ada di dunia juga untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan. Pohon, semak belukar, dan tumbuhan adalah pakaian bagi bumi. Namun pakaian itu telah lama dirobek oleh perbuatan manusia. Sehingga menyebabkan berbagai kerusakan dan bencana datang melanda.
Dari TEMPO,Jakarta - Alih fungsi lahan yang sebelumnya dipenuhi pepohonan lalu menjadi kawasan industri, diklaim menjadi pemicu fenomena cuaca ekstrem berupa puting beliung, di Rancaekek, Kabupaten Bandung.
"Kawasan itu telah beralih fungsi, perubahan tata guna lahan yang semula hutan jati, berubah jadi kawasan industri. Biasanya rawan diterjang pusaran angin," kata Profesor Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan, melalui keterangannya, Jumat, 23 Februari 2024.
Seperti yang kita ketahui bersama baru-baru ini bencana alam puting beliung melanda sebagian bumi Pertiwi. Salah satu penyebab terjadinya bencana alam tersebut dikarenakan beralihnya fungsi lahan. Lahan yang Asri berubah menjadi kawasan industri dan hunian masa kini.
Dampak negatif dan kerugian dari alih fungsi lahan dirasakan oleh banyak pihak terutama masyarakat. Sehingga menimbulkan penilaian berkurangnya peran pemerintah dalam melindungi rakyatnya dari bahaya bencana alam.
Bagaimana pun juga negara dan pemerintah berkewajiban untuk menanggulangi masalah tersebut. Namun pada kenyataannya pemerintah seolah berpihak pada kaum kapitalis sang pemilik modal, faktanya alih fungsi lahan semakin merajalela dan dibebaskan tanpa mempertimbangkan akibat yang akan dirasakan oleh penduduk sekitar.
Bencana datang silih berganti seharusnya menjadi bukti adanya kesalahan tata kelola lingkungan yang diakibatkan oleh kerakusan oligarki. Maka semakin jelas bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya sekedar bencana namun karena ulah perbutan manusia. Seperti firman Allah dalam Al Qur'an.
"Musibah apa saja yang menimpa kalian itu adalah akibat dari perbuatan kalian sendiri, Allah memaafkan sebagian besar (dosa-dosa kalian)." (QS. Ash-Shura: 30)
Begitulah gambaran bobroknya sistem kapitalisme yang melihat keuntungan semata. Dalam sistem ini negara hanya sebagai regulator yang pro kepada para penguasa yang memiliki modal. Tanpa menghiraukan keselamatan dan keamanan masyarakat yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Oleh karena itu untuk mengakhiri kebobrokan sistem ini, sudah saatnya beralih dari sistem kapitalisme menjadi sistem Islam. Sistem yang diridai Allah Swt. yang mengurusi semua aspek kehidupan termasuk aspek tata kelola lahan agar tidak beralih fungsi dan mengakibatkan kerusakan alam.
Penerapan sistem Islam hanya akan terwujud dalam naungan Khilafah Islamiyyah. Khilafah akan melakukan pengelolaan tanah sesuai dengan syariat Islam.
Khilafah merupakan pemelihara dan pelindung bagi masyarakat sehingga berkewajiban untuk menjamin keselamatan rakyat. Dengan memperhatikan laju pembangunan berdasarkan kebutuhan rakyat bukan berdasarkan investasi atau pertumbuhan ekonomi.
Khilafah akan memprioritaskan pembangunan yang ramah lingkungan dan membangun infrastruktur untuk mencegah terjadinya bencana. Reboisasi penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan pejabat. Sehingga alam akan tetap bersahabat melayani kebutuhan umat.
Khilafah akan memberlakukan sistem sanksi tegas bagi siapa saja yang memcemari dan merusak lingkungan. Penerapan Islam kaffah adalah solusi terbaik untuk mencegah terjadinya bencana akibat diterapkannya sistem kapitalisme yang melakukan tata kelola lahan secara tidak tepat.
Wallahualam bissawab. []
