Kapitalisme, Penyebab Harga Beras Naik dan Langka

Keadaan ini tentu membuat banyak masyarakat makin terbebani di tengah keadaan ekonomi yang kian hari kian sulit

Karena sebelumnya pun harga-harga kebutuhan pokok lainnya melambung tinggi


Penulis Mariah

Pendidik Generasi


Matacompas.com, OPINI -- Belakangan ini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga beras yang melambung tinggi. Selain itu, kelangkaan beras pun terjadi di beberapa wilayah. Sebagaimana dilansir media online IDXChannel - Stok beras di beberapa agen beras dan mini market belakangan terjadi kelangkaan. Mereka menduga hal ini karena adanya musim kampanye Pilpres dan Pileg yang memborong beras untuk bantuan sosial (bansos).


Tak hanya di Jakarta, daerah lain pun mengalami kelangkaan beras. Kalaupun ada pasti harganya lebih tinggi dari biasanya. Seperti di Kabupaten Bandung, Rizal, salah seorang agen beras mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan beras, salah satunya jumlah pasokan dari produsen yang berkurang.


Beras merupakan bahan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Lantas bagaimana jadinya jika bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sulit didapat atau jikapun ada harganya mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, tentu hal tersebut menambah beban berat pada rakyat. 


Permasalahan kenaikan harga beras berikut kelangkaannya di Indonesia, seringkali disangkutpautkan dengan perubahan iklim, seperti akibat dari el nino yang mengakibatkan produksi beras menurun, kelangkaan beras terjadi, dan harga beras pun melambung tinggi. Padahal permasalahan beras juga sangat erat kaitannya dengan kebijakan negara terhadap aspek produksi beras berikut pendistribusiannya. Selain itu, musim kampanye pilpres dan pileg yang memborong beras untuk bantuan sosial (bansos) pun menambah masalah kelangkaan dan kenaikan harga beras ini. Keadaan ini tentu membuat banyak masyarakat makin terbebani di tengah keadaan ekonomi yang kian hari kian sulit. Karena sebelumnya pun harga-harga kebutuhan pokok lainnya melambung tinggi. 


Untuk mengatasi masalah ini, sebenarnya pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, Pertama, Mengadakan operasi pasar. Pada operasi pasar, pemerintah biasanya menambah stok beras agar cukup untuk masyarakat sehingga harga jual beras tidak naik. Namun, terkadang masih dijumpai oknum distributor nakal yang menimbun stok beras agar harga jual tetap naik. 


Kedua, Pasar murah. Ini adalah program pemerintah. Misalnya kegiatan yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (BULOG) yang menjual bahan pangan kepada masyarakat secara langsung dengan harga di bawah harga pasar atau dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sayangnya, kegiatan ini tak selalu efektif karena kurangnya informasi ke masyarakat, jumlahnya yang tak sepadan dengan kebutuhan masyarakat, atau ada oknum pedagang yang menyamar menjadi konsumen untuk membeli barang murah yang kemudian dijual kembali.


Ketiga, Pemberian Bantuan Sosial (Bansos). Ini adalah salah satu upaya yang juga rutin diberikan pemerintah setiap tahunnya. Bantuan ini diberikan kepada sebagian kecil masyarakat dengan harapan mampu mengurangi beban hidupnya. Faktanya, bantuan yang diberikan hanya mengurangi beban pada bulan itu saja dan rakyat tetap mendapatkan kesulitan hidup pada bulan selanjutnya.


Kebijakan-kebijakan tersebut rupanya tidak menjadi solusi bagi permasalahan yang ada, karena siklus dari kenaikan harga sering terjadi kembali. Hal ini menunjukkan bahwa negara gagal dalam menjamin kebutuhan pangan yang murah dan terjangkau untuk masyarakat. Persoalan apapun yang dihadapi negara seharusnya tidak menjadikan alasan bagi negara untuk tetap melakukan berbagai macam upaya dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan. Negara seharusnya mampu mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan dengan berbagai cara sehingga masyarakat selalu terpenuhi kebutuhan akan bahan pangan dengan mudah dan terjangkau.


Namun hal tersebut mustahil terwujud dalam sistem ekonomi kapitalis pada saat ini. Kapitalisme memberikan kebebasan mutlak bagi setiap individu untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Sehingga tak jarang negara mendahulukan orang-orang yang memiliki kepentingan demi keuntungan dan mengabaikan kepentingan rakyatnya. Kemampuan negara dalam mengelola pangan dan harga pangan dalam hal ini beras sebagai makanan pokok harus dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Tersedianya pangan sangat terkait dengan kebijakan masalah pertanian berikut faktor pendukungnya. 


Dalam sistem ekonomi Islam, pemenuhan kebutuhan pokok rakyat diupayakan pengelolaannya dengan maksimal. Seperti dalam segi lahan produksi bahan pangan yaitu tanah. Tanah tidaklah dibiarkan menganggur, jika ada tanah mati dan dihidupkan oleh seseorang, maka akan menjadi miliknya. Kemudian jika seseorang memiliki lahan kosong namun tidak dikelola selama 3 tahun berturut-turut, maka lahan tersebut dapat diambil alih oleh negara untuk kemudian dikelola yang kemudian hasilnya untuk kepentingan rakyat.


Adapun terkait penyediaan faktor yang mendukung pertanian, maka negara akan menyediakannya untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir orang. Bahkan negara akan membuat kebijakan, yang dapat menjamin terciptanya harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Negara juga akan mencegah tindakan penimbunan produk-produk pertanian dan kebutuhan pokok lainnya serta menindak secara tegas bagi semua pihak yang melanggar aturan tersebut.


Begitulah solusi Islam dalam mengatasi kenaikan harga beras. Semua solusi kembali kepada penerapan syariat Islam secara keseluruhan. Akan sulit rasanya masyarakat mendapatkan solusi tuntas atas semua permasalahan selama Islam tidak menjadi pedoman hidup.


Wallahualam bissawab. []

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Kapitalisme, Penyebab Harga Beras Naik dan Langka
Kapitalisme, Penyebab Harga Beras Naik dan Langka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM1sQFOE04l1yMOMTkwtIVLrgZNa2XRZidYTnI9j4fxoCVFk9nSK6PFrlvdaJpFy07cfAjieFSTjf6cc1caEBKGw-Ga2k42YOFyUUJ8KXj1gpDJ-FxikP_NjBr3AGvjTqUnLJHFaRZzpsly3_VHAwyl85FlY7GY8rr2aFLFJjUHH9K4cAoqs-7wXXjMQ7A/s320/20240313_221548.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM1sQFOE04l1yMOMTkwtIVLrgZNa2XRZidYTnI9j4fxoCVFk9nSK6PFrlvdaJpFy07cfAjieFSTjf6cc1caEBKGw-Ga2k42YOFyUUJ8KXj1gpDJ-FxikP_NjBr3AGvjTqUnLJHFaRZzpsly3_VHAwyl85FlY7GY8rr2aFLFJjUHH9K4cAoqs-7wXXjMQ7A/s72-c/20240313_221548.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/kapitalisme-penyebab-harga-beras-naik.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/kapitalisme-penyebab-harga-beras-naik.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content