Fenomena Caleg Gagal, Potret Buram Negeri Demokrasi


Islam, memandang jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt. kelak

Jika ia berlaku adil, yakni menepati syariat Allah Swt., ia akan beruntung. Sebaliknya, jika berlaku zalim, maka kelak ia pun akan menyesal di akhirat


Penulis Eviyanti

Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Berbagai fenomena terjadi pasca pemilu kemarin, dikarenakan caleg gagal terpilih serta timses yang kecewa. Mulai dari caleg yang menderita depresi, marah-marah pada masyarakat, membongkar jalan dan meledakkan petasan jumbo, menarik kembali ‘pemberian’ pada masyarakat, hingga yang bunuh diri.


Seperti yang dikutip oleh media online tvonenews, Minggu (18/02/2024), Kekalahan sejumlah caleg pada Pileg berdampak pada tekanan pada timses. Terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ada dua timses yang mengalami depresi hingga mereka harus mengambil kembali amplop yang sempat dibagikan kepada masyarakat sekitar. Pasalnya, calon yang digadang-gadang meraih suara tinggi justru anjlok karena suara yang didapat sedikit sekali. Dia mengaku telah berupaya maksimal untuk memenangkan calegnya dengan melakukan banyak sosialisasi sampai membagikan sembako pada masyarakat sekitar, tapi keberuntungan tidak berpihak padanya. Ia pun putus asa dan depresi.


Serupa tetapi tak sama, yang dialami oleh WG alias Wagino alias Gundul, 56 tahun, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, dia adalah seorang tim sukses calon anggota legislatif yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon rambutan di kebun miliknya pada hari Kamis (15/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian ini pun di benarkan oleh Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) Suwinto. Menurut beliau, WG ini diduga depresi karena caleg yang diusungnya tidak mendapatkan suara sesuai harapan atau kalah. (mediaindonesia, 19/02/2024)


Kondisi ini membuat miris, padahal KPU belum mengumumkan hasil yang sebenarnya. Namun, karena melihat data hasil perhitungan cepat sementara mereka sudah bisa memperkirakan menang atau kalah. Berbagai fenomena tersebut menggambarkan lemahnya kondisi mental para caleg atau tim suksesnya, yang hanya siap menang dan tidak siap kalah. 


Fenomena ini juga menggambarkan betapa jabatan menjadi sesuatu yang sangat diharapkan mengingat keuntungan yang akan didapat.  Sehingga mereka rela ‘membeli suara’ rakyat dengan modal yang besar, dengan pamrih mendapat suara rakyat. Di sisi lain hal ini menggambarkan betapa model pemilu seperti ini adalah pemilu yang berbiaya tinggi.


Inilah yang terjadi dalam negeri demokrasi yang menerapkan sistem kapitalis sekuler, di mana sistem ini menjauhkan agama dari kehidupan masyarakatnya serta cara pandang mereka terhadap keuntungan materi.


Islam, memandang jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt. kelak. Jika ia berlaku adil, yakni menepati syariat Allah Swt., ia akan beruntung. Sebaliknya, jika berlaku zalim, maka kelak ia pun akan menyesal di akhirat. 


Islam juga menetapkan cara-cara yang ditempuh harus sesuai dengan hukum syarak. Dalam Islam, pemilu adalah uslub untuk mencari pemimpin/majelis umah, dengan mekanisme sederhana, praktis, tidak berbiaya tinggi dan penuh kejujuran, tanpa tipuan ataupun janji-janji. Para calon pun memiliki kepribadian Islam, dan hanya mengharap keridaan Allah Swt. semata.


Dalam pemerintahan Islam calon pemimpin/majelis umah harus memenuhi 7 syarat in’iqad. Nantinya dia yang terpilih akan menjalankan amanah sesuai tuntunan Allah Swt. dan Rasul-Nya. 


Ada 7 syarat in’iqad yakni muslim, laki-laki, aqil (berakal), balig, adil (bukan orang fasik), merdeka (bukan budak), serta mampu (Abdul Qadim Zallum, Nizhamul Hukm fi al-Islam).


Solusi yang ditawarkan Islam benar-benar sahih, tidak akan membuat kecewa apalagi menyengsarakan serta zalim kepada umat., karena sistem ini berasal dari Allah Swt. 

Wallahualam bissawab. []

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Fenomena Caleg Gagal, Potret Buram Negeri Demokrasi
Fenomena Caleg Gagal, Potret Buram Negeri Demokrasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSW3s4AEeJdm9km6PHOxslXT3MEeL2JUNxbjK2wp5BXvwyTrUgOt-xSEttm18eZ128Zy1Rd9jCCg-rl-SnTafL4DcPqPkc5F7r5pIq3oymGAy1KEu1nL6ViCg9A0-BFTKhhrSek2QxB5a0kEfIbQHzcNCqvzAi8y6wHDMUcR4Q_Y9-kAW8i1jD8wI_jIPk/s320/20240305_103822.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSW3s4AEeJdm9km6PHOxslXT3MEeL2JUNxbjK2wp5BXvwyTrUgOt-xSEttm18eZ128Zy1Rd9jCCg-rl-SnTafL4DcPqPkc5F7r5pIq3oymGAy1KEu1nL6ViCg9A0-BFTKhhrSek2QxB5a0kEfIbQHzcNCqvzAi8y6wHDMUcR4Q_Y9-kAW8i1jD8wI_jIPk/s72-c/20240305_103822.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/fenomena-caleg-gagal-potret-buram.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/fenomena-caleg-gagal-potret-buram.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content