Fenomena Caleg Gagal Hiasi Negeri Usai Pesta Demokrasi


Berbagai fenomena ini menggambarkan betapa lemahnya kondisi mental para caleg ataupun tim suksesnya, yang hanya siap menang dan tidak siap kalah

Mahalnya kursi jabatan dalam sistem demokrasi adalah sebuah rahasia umum


Penulis Amey Nur Azizah

Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Miris sekali, pasca pemilu yang digadang-gadang akan memunculkan sosok baru pemimpin yang bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk negeri ini, justru lebih dahulu diwarnai dengan munculnya fenomena caleg yang gagal terpilih serta timses yang kecewa. 


Kegagalan serta kekecewaan yang mereka rasakan tidak hanya berhenti pada sebatas rasa di dada, tetapi semua juga dituangkan dalam aksi nyata. Ada yang sampai menderita stres, bahkan ada juga yang memilih untuk bunuh diri. Ada pula yang berusaha menarik kembali pemberian yang telah sampai di masyarakat.


Seperti halnya yang terjadi pada warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satu calon anggota legislatif (caleg) menarik kembali material paving. Paving blok tersebut ditarik kembali setelah sempat dikirim menggunakan truk guna pembangunan salah satu sudut jalan Desa Jambewangi. Diduga, paving tersebut diambil kembali karena tidak mendapatkan dukungan suara dari masyarakat desa seperti yang dikehendaki. (Kompas, 2024/02/19)


Senada dengan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Subang, Jawa Barat. Setelah mengalami kekalahan saat Pemilu 2024 kemarin, ia membongkar jalan yang sebelumnya ia bangun. Selain membongkar jalan, caleg yang diketahui bernama Ahmad Rizal itu menyalakan petasan di menara masjid di Tegalkoneng, Desa Tambakjati, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Aksi teror petasan yang dilakukan di sejumlah titik yang perolehan suaranya anjlok ini dilakukannya siang dan malam bersama pendukungnya. (news[okezone, 2024/02/25)


Berbagai fenomena ini menggambarkan betapa lemahnya kondisi mental para caleg ataupun tim suksesnya, yang hanya siap menang dan tidak siap kalah. Mahalnya kursi jabatan dalam sistem demokrasi adalah sebuah rahasia umum. Para caleg harus siap mengeluarkan semua daya dan upayanya untuk memenangkan perhelatan setiap lima tahunan ini. Maka kebutuhan finansial pun akan makin besar. Bagaimana tidak, pencetakan atribut untuk kampanye serta upaya mendulang suara melalui politik uang bukan sesuatu yang bisa dilewatkan. Dana ratusan juta bahkan mungkin milyaran rela digelontorkan demi memuluskan jalannya untuk bisa masuk ke parlemen. Meskipun sudah jungkir balik melakukan apapun demi sebuah kemenangan, menghalalkan segala cara, menebar janji-janji palsu ke sana-ke mari demi ambisi sesaat. Namun kemenangan tidak jua didapatkan, maka lahirlah para pengkhayal jabatan mondar-mandir di jalanan. Dari sini layakkah, mereka menjadi sandaran bagi rakyat? 


Pandangan Islam tentang pemimpin atau penguasa


Islam berpandangan bahwa seorang penguasa atau pemimpin adalah pelindung bagi rakyat atau orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya, dan kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat atas apa yang berada dalam amanah kepemimpinan nya itu. Sebagaimana hadisnya Rasulullah saw., 

Imam adalah raa’in (gembala) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR Bukhari).


Hadis berikutnya adalah, “Sesungguhnya al imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya.(HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Daud)


Melihat sangat besarnya tanggung jawab pemimpin yang tidak hanya di dunia saja, bahkan akan dibawa sampai nanti dihadapan Allah Swt., maka haruslah menjadi karakter seorang pemimpin itu kokoh dan tangguh agar rakyat bisa meminta perlindungan kepadanya. Dan tanpa diminta pun pemimpin akan bertanggung jawab atas nasib rakyatnya. Ia wajib menjaga agama rakyatnya agar tetap dalam ketauhidan dan ketaatan kepada Allah swt. Ia juga wajib memelihara kecukupan sandang, pangan, papan rakyatnya. Demikian juga dengan kebutuhan kolektif mereka seperti, pendidikan, keamanan, dan kesehatan semuanya pun akan terjaga.


Syaikh Taqiyuddin an Nabhani menyatakan bahwa seorang pemimpin atau aparat negara harus memiliki tiga kriteria penting yaitu al quwwah (kekuatan), seorang pemimpin harus memiliki kekuatan ‘aqliyah dan nafsiyyah. Seorang pemimpin selain harus memiliki kekuatan akal yang memadai, ia juga harus memiliki pola sikap yang baik, yakni sabar, tidak emosional apalagi tergesa-gesa. 


Yang selanjutnya adalah at takwa (ketakwaaan). Ketakwaan merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan ketakwaan ia akan berhati-hati dalam mengatur urusan rakyat. Ia tidak akan menyimpang dari aturan Allah swt, maka ia kan senantiasa berjalan lurus sesuai dengan syariat Islam dan berusaha untuk menerapkan hukum-hukum Allah. Ia akan selalu menjaga tindakan dan ucapannya karena ia sadar bahwa itu juga akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah. 


Berikutnya adalah karakter al Rifai bi ar-ra’iyyah (lembut terhadap rakyat), menjadikan sosok pemimpin semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya.


Melihat bagaimana karakter seorang pemimpin dalam Islam, tentu saat memulai untuk maju menjadi calon pemimpin pun tidak akan diwarnai dengan jalan yang melenceng dari syariat Islam. Maka implikasinya adalah tidak akan terjadi yang namanya politik uang, sehingga tidak akan ada calon pemimpin yang merasa depresi karena kehilangan banyak harta demi membeli suara. Sehingga yang terwujud adalah rasa bertanggung jawab akan amanah yang sangat besar yang akan diembannya, yang kelak dimintai pertanggungjawaban di hadapan sang penciptanya. Bukan posisi kepemimpinan yang dijadikan sebagai ladang mencari cuan. Wallahualam bissawab. []


Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Fenomena Caleg Gagal Hiasi Negeri Usai Pesta Demokrasi
Fenomena Caleg Gagal Hiasi Negeri Usai Pesta Demokrasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ1gZjT_V4kd3K2JEt9V4ldMJddI7-olMxuPctAtneAJ59Fp63mKY4FG5UyixJGpBab2RdqCCjBXaCnsKJ_Sad5IXBbERfC3aTZO-KgxgWBoXJp4kTb0vLK-FNgsxghE4XDOfiLuWIz-REiEcGnHsa9derN2nC5emGBjkC8Z-p0A10V_x6BWAwWwKzOxGt/s320/20240304_193057.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ1gZjT_V4kd3K2JEt9V4ldMJddI7-olMxuPctAtneAJ59Fp63mKY4FG5UyixJGpBab2RdqCCjBXaCnsKJ_Sad5IXBbERfC3aTZO-KgxgWBoXJp4kTb0vLK-FNgsxghE4XDOfiLuWIz-REiEcGnHsa9derN2nC5emGBjkC8Z-p0A10V_x6BWAwWwKzOxGt/s72-c/20240304_193057.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/fenomena-caleg-gagal-hiasi-negeri-usai.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/03/fenomena-caleg-gagal-hiasi-negeri-usai.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content