Namun demikian, maraknya masalah yang bermunculan akibat bank Emok dan pinjol ini, tetap saja membuat keberadaan pinjol masih tetap di gandrungi oleh sebagian kalangan, sebab dengan adanya bank emok dan pinjol bisa menjadi solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendesak
Alhasil keberadaan bank Emok dan pinjol (pinjaman online) laksana buah simala kama yang tidak mudah untuk diberantas
Penulis Susi Mariam Mulyasari, S.Pd.I.
Aktivis Dakwah dan Penggiat Literasi
Matacompas.com, OPINI -- Bank Emok dan pinjol (pinjaman online) telah merajalela. Tak sedikit yang telah memakan korban, bahkan mahasiswa pun yang dikenal sebagai kaum intelektual turut serta menjadi korban pinjol (pinjaman online) tersebut.
Bebagai alasan pun terungkap kenapa mereka terjerat bank Emok dan pinjol (pinjaman online), mulai dari kebutuhan sehari-hari yang makin tinggi, akibat harga bahan pokok dan kebutuhan lain menjulang tinggi, untuk biaya kuliah bahkan hanya untuk memuaskan hasrat dan tuntutan fashion pun turut menjadi motif kenapa mereka terlibat dengan bank Emok dan pinjol.
Banyak kalangan mengungkapkan bahwa keberadaan pinjol dan bank Emok telah menjadi sebuah masalah besar bagi keberlangsungan kehidupan mereka. Bahkan pihak berwajibpun turut serta di dalam penanggulangan masalah yang terjadi, akibat mereka yang telah menjadi korban pinjol dan bank Emok tersebut.
Namun demikian, maraknya masalah yang bermunculan akibat bank Emok dan pinjol ini, tetap saja membuat keberadaan pinjol masih tetap di gandrungi oleh sebagian kalangan, sebab dengan adanya bank emok dan pinjol bisa menjadi solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendesak. Alhasil keberadaan bank Emok dan pinjol (pinjaman online) laksana buah simala kama yang tidak mudah untuk diberantas.
Akar Masalah
Sebelum kita menelaah lebih jauh akar masalah kenapa bank emok dan pinjol (pinjaman online) merajalela dan banyak peminatnya?
Setidaknya kita bisa memahami bahwa kesejahteraan rakyat Indonesia belum merata, kalau tidak dikatakan masih banyak yang miskin. Sebab, mereka yang memanfaatkan bank Emok dan pinjol (pinjaman online) pasti telah memahami dampak dari aktivitas tersebut, tetapi karena adanya tuntutan kebutuhan yang mendesak, dan tidak punya uang untuk memenuhi, akhir nya mereka memanfaatkan bank Emok dan pinjol (pinjaman online).
Salah satu penyebab kenapa kesejahteraan di Indonesia belum merata adalah karena kekayaan negeri ini hanya terpusatkan disegelintir orang saja. Mereka yang memiliki banyak modallah yang bisa mendapatkan kesejahteraan yang sesungguhnya, adapun rakyat hidup menderita dengan kekurangan yang mereka alami.
Para pemilik modal sejak awal keberadaan di negeri ini telah menjadi penentu arah kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Yang ujung-ujung segala kebijakan hanya untuk dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir orang saja.
Dengan melihat lebih jauh tentang kondisi masyarakat, kita bisa pastikan bahwa penyebab utama kenapa banyak warga yang terjerat pinjol dan bank Emok, karena kita hidup di era kapitalisme yang telah menjadikan standar materi sebagai tolok ukur perbuatan.
Pinjol dan bank Emok telah menghantui masyarakat, tetapi teori suplay and demands akan tetap berjalan di era kapitalisme sekarang, sebab tidak mungkin pinjol dan bank Emok tidak ada sedangkan masih banyak peminatnya, karena dianggap sebagai solusi praktis bagi pemenuhan kebutuhan.
Di era kapitalisme seperi sekarang standar perbuatan manusia diarahkan kepada bagaimana pemenuhan kebutuhan tanpa melihat halal dan haram. Selama ada manfaatnya apapun akan dilakukan, inilah sebabnya kenapa pinjol dan bank emok masih tetap ada walaupun aparat telah turun tangan.
Solusi
Berkaitan dengan maraknya pinjol dan bank Emok yang telah menghantui masyarakat setidaknya, ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi agar tidak terjerat pinjol dan bank Emok, diantaranya:
1. Solusi Jangka Pendek
Solusi jangka pendek yang bisa diambil dalam masalah bank emok dan pinjol ini adalah dengan memperhatikan porsi kebutuhan dan pos pendapatan yang dimiliki jangan sampai kebutuhan melebihi pendapatan. Sehingga harus adanya pemilahan antara kebutuhan dengan keinginan, sebab apa yang menjadi pos pengeluaran kita belum tentu menjadi kebutuhan hidup. Oleh karena itu skala prioritas akan kebutuhan perlu untuk ditetapkan. Selain itu senantiasa menghiasi hidup kita dengan ketaatan kepada Allah Swt. dengan memperbanyak amalan nafilah dan konsisten menjalankan amalan wajib di kehidupan keseharian kita, akan menjadi wasilah dimudahkan dan dilancarkan rizeki kita oleh Allah Swt. Sehingga segala macam kebutuhan hidup kita akan dengan mudah Allah Swt. penuhi.
2. Solusi Jangka Panjang
Keberadaan pinjol dan bank Emok akan terus merajalela, sebab kita hidup di era kapitalisme di mana manusia dikondisikan untuk hidup sesuai dengan hawa nafsu mereka, halal dan haram tidak akan menjadi standar hidup, yang terjadi adalah manusia dituntut untuk menghalalkan segala cara bagaimana segala kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi.
Ideologi kapitalisme yang sekarang diterapkan di negeri ini, sangatlah susah untuk diberantas kecuali adanya edukasi kepada umat akan bahayanya kapitalisme ini, dan edukasi akan bahaya kapitalisme ini tidak akan pernah bisa dilakukan kecuali dibangun sebuah kesadaran akan pentingnya dakwah melanjutkan sistem Islam, sebab dengan melanjutkan kehidupan Islam itu artinya kita berupaya untuk bisa diatur oleh aturan Islam dan itu bisa terjadi kalau umat disadarkan untuk bisa bergabung di dalam barisan dakwah untuk tegaknya kehidupan Islam di muka bumi ini.
Allah berfirman:
"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah 275)
Wallahualam bissawab. []
