Khilafah sebagai Ancaman atau Mahkota Kewajiban


Namun hal ini menjadi utopis bagi umat karena umat tak tergambar Khilafah yang seperti apa. Dari lahir sistem kapitalisme sekularisme sudah mengakar di dalam tubuh-tubuh umat

Apalagi pengaburan dan penguburan sejarah Islam yang dilakukan para penjajah. Sehingga umat butuh pemahaman yang benar tentang Khilafah dan kewajiban untuk menegakkan Khilafah


Penulis Sri Yana, Spd.I. 

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Menjelang pemilu 2024 isu-isu mulai berseliweran di medsos. Mulai dari narasi-narasi kebangkitan Khilafah yang tepat 100 tahun runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Justru hal tersebut merupakan bukti semakin banyak diketahui umat saat ini tentang Khilafah. Bahwa akan ada suatu zaman yang dinamakan Khilafah Islamiyah. Sabda Rasulullah itu adalah:

Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa waktu, kemudian Allah mengambilnya. Setelah itu datang Masa Khilafah aala minhaj nubuwwah (Kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengambilnya. Kemudian datang masa mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa waktu. Selanjutnya datang Masa Mulkan Jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan ada lagi masa Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw. diam.(HR Ahmad, Shahih)


Janji Allah atas tegaknya Khilafah pasti akan terjadi. Baik banyak yang memperjuangkan atau pun sedikit. Walaupun ada pihak-pihak terutama dari pemerintahan yang menganggapnya hanya teoritis semata. Namun pihak-pihak tersebut juga mewaspadai. Sebagaimana dilansir Akademisi dari Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, Mohammad Iqbal Ahnaf, mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai narasi-narasi kebangkitan khilafah. Ia mengatakan bahwa potensi ancaman dari ideologi transnasional itu akan selalu ada. Ide Khilafah yang diberikan menjadi semacam solusi atau obat semua penyakit dan dapat mengobati kekecewaan, ketidakadilan, dan emosi negatif lainnya, jelas (itu) menarik perhatian bagi beberapa masyarakat. (beritasatu, 12/1/2024)


Berarti Khilafah semakin meluas di kalangan masyarakat. Sehingga pemerintah mulai waspada akan narasi-narasi khilafah yang mencuat di masyarakat. Karena framing-framing buruk yang digelontorkan akan memberikan pemahaman yang salah tentang khilafah. Umat sengaja dijauhkan dari Islam. Paham Islamofobia inilah yang akhirnya ada dalam benak-benak umat. Ideologi transnasional pun merupakan ancaman bagi demokrasi. Namun Akademi dari CRCS berpendapat bahwa masyarakat masih percaya dengan pemerintahan dan demokrasi berdasarkan Pancasila. Sehingga beliaupun tak terlalu mengkhawatirkan tetapi terus mewaspadai. Beliau percaya bahwa demokrasi mempunyai kelemahan tetapi Khilafah bukan pilihan alternatif. Sejatinya Khilafah adalah pilihan yang benar. Namun karena saking nasionalismenya dengan sistem demokrasi yang nyata-nyata rusak masih terus diagung-agungkan.


Padahal Sistem Khilafah merupakan sistem yang memberikan jaminan kesejahteraan bagi umat. Sistem Khilafah menerapkan hukum-hukum Islam sesuai aturan Allah. Jadi tak diragukan lagi bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem Islam yang terbaik. Namun hal ini menjadi utopis bagi umat karena umat tak tergambar Khilafah yang seperti apa. Dari lahir sistem kapitalisme sekularisme sudah mengakar di dalam tubuh-tubuh umat. Apalagi pengaburan dan penguburan sejarah Islam yang dilakukan para penjajah. Sehingga umat butuh pemahaman yang benar tentang Khilafah dan kewajiban untuk menegakkan Khilafah.


Khilafah wajib adanya dan dalil-dalinya sudah cukup jelas. Sejarah panjang Khilafah Islam penuh dengan kesejahteraan dan keadilan bagi umat manusia. Saat ini menegakkan Khilafah menjadi mahkota kewajiban bagi kaum muslim. Umat harus berjuang untuk mewujudkan dengan berjuang bersama partai Ideologis yang ingin melangsungkan kembali kehidupan Islam melaui tegaknya Khilafah.

Wallahualam bissawab. []

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Khilafah sebagai Ancaman atau Mahkota Kewajiban
Khilafah sebagai Ancaman atau Mahkota Kewajiban
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY1alEb3hrW47r-7AzXh8mRKdP4FRYiBJOdvRL8nlKsf7g9jWQrCAU_nQWTqkI3CEQKzeV6nr6O0L2T4XOaT6sYcqxoBxSpTJF6vPgSG8iYokMITBsAiMCIYqvmILsEh7ylANrXcKPMB3IUFMweUmqGS6x75-OGCxBTCeaSJ22_EsVKecrvrfe6BKfBhTJ/s320/20240118_080142.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY1alEb3hrW47r-7AzXh8mRKdP4FRYiBJOdvRL8nlKsf7g9jWQrCAU_nQWTqkI3CEQKzeV6nr6O0L2T4XOaT6sYcqxoBxSpTJF6vPgSG8iYokMITBsAiMCIYqvmILsEh7ylANrXcKPMB3IUFMweUmqGS6x75-OGCxBTCeaSJ22_EsVKecrvrfe6BKfBhTJ/s72-c/20240118_080142.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/01/khilafah-sebagai-ancaman-atau-mahkota.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2024/01/khilafah-sebagai-ancaman-atau-mahkota.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content