Mewujudkan Zero Stunting, Mungkinkah Terealisasi?

Jika dilihat dari upaya pemerintah hingga saat ini begitu gencar melakukan edukasi untuk menekan angka stunting. Hal ini perlu diberi apresiasi oleh masyarakat

Namun nyatanya berbagi solusi yang ditawarkan tidak membuat kasus stunting di masyarakat berkurang


Penulis Hasriyana, S.Pd

Pemerhati Sosial Asal Konawe


Matacompas.com, OPINI -- Lagi dan lagi persoalan stunting belum bisa diselesaikan oleh negara. Bahkan belum lama ini calon wakil presiden dari partai sebelah membagi-bagikan susu kotak pada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting terus meningkat. Namun benarkah hanya dengan bagi-bagi susu kotak bisa menurunkan angka stunting? Mengingat upaya pemerintah sejauh ini sudah banyak dilakukan, tetapi realitanya justru belum terjadi penurunan. 


Sebagaimana yang dikutip dari Beritasatu, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, menyoroti penanganan stunting di Indonesia yang belum optimal. Ia pun meminta, agar pemerintah dapat melibatkan masyarakat untuk mendorong program stunting. Rahmad mengatakan, masyarakat perlu dilibatkan lantaran program stunting, seperti penyediaan makanan-makanan bergizi untuk anak di daerah-daerah kerap di bawah standar. Padahal, kata dia,  pemerintah telah menggelontorkan dana yang banyak untuk stunting.


Selanjutnya, Rahmad pun menyinggung program makanan tambahan untuk mencegah stunting di Kota Depok, Jawa Barat yang sempat menjadi sorotan karena temuan makanan di bawah standar (beritasatu, 01-12-2023).


Jika dilihat dari upaya pemerintah hingga saat ini begitu gencar melakukan edukasi untuk menekan angka stunting. Hal ini perlu diberi apresiasi oleh masyarakat. Namun nyatanya berbagi solusi yang ditawarkan tidak membuat kasus stunting di masyarakat berkurang. Sehingga benarkah zero stunting bisa terwujud? 


Bahkan yang tidak kalah berbahayanya tentang memberi solusi pada kasus stunting dengan mengambil bapak asuh. Bagaimana jika bapak asuh itu adalah seorang LGBT? Bisa dipastikan meski secara gizi bisa terpenuhi, tetapi tidak menutup kemungkinan bapak asuh akan mengajarkannya sesuai paradigma berpikinya. Ini jelas tidak memberi solusi yang tepat, justru membuat persoalan baru.


Pun, di tengah upaya berbagai kalangan untuk menolkan angka peningkatannya, justru ada saja yang ingin mengambil bagian dari dana tersebut. Seolah masyarakat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Ini berarti dana yang direalisasikan pada masyarakat sudah berkurang. Sepertinya kasus korupsi di negeri ini sudah hal yang biasa, meskipun sejatinya dana tersebut untuk kebutuhan mendesak masyarakat.


Seperti yang dikutip dari Beritasatu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengungkapkan adanya indikasi penyelewengan dana penanganan stunting (kekurangan gizi pada anak) di tingkat daerah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sebelumnya mencatat bahwa dana stunting di suatu daerah ada yang digunakan untuk keperluan rapat dan perjalanan dinas.


Ia pun mengatakana bahwa Presiden Jokowi menyampaikan bahwa (pendanaan stunting) tidak digunakan dengan benar, menjadi salah satu tantangan di level pelaksanaan yang banyak kendala (beritasatu, 01/12/2023).


Hal ini sangat jauh berbeda dengan aturan Islam, karena persoalan stunting tidak bisa dilihat hanya sebatas kasus kesehatan, tapi juga lebih dari itu, ada persoalan ekonomi dan persoalan bagaimana negara memberikan fasilitas yang baik untuk masyarakatnya. Termasuk bagaimana kebutuhan primer mampu dinikmati oleh masyarakat secara mudah, bahkan gratis.


Dalam Islam pun kebutuhan pokok bagi masyarakat merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh negara, jikapun tidak gratis namun harganya bisa dijangkau oleh masyarakat khususnya menengah kebawah. Saat ini bagaimana mungkin rakyat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik, kalau harga kebutuhannya saja sudah sulit dijangkau, sehingga jangan harap gizi yang baik bisa terpenuhi.


Begitu pula halnya masyarakat akan diedukasi dengan pemahaman Islam, karena dengan akidah Islam yang kokoh rakyat akan takut bermaksiat, takut mengambil yang bukan haknya. Akidah yang kuat akan menciptakan masyarakat yang baik dan sesuai aturan pencipta. 


Oleh karena itu, kita tidak bisa berharap banyak pada sistem saat ini yang notabene buatan manusia yang sifatnya lemah dan terbatas serta tak jarang menimbulkan pertentangan. Kita hanya bisa berharap pada sistem yang berasal dari pencipta, yaitu Allah Swt yang paripurna dan hal itu hanya akan terealisasi saat islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahualam bissawab. [Mdep]

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Mewujudkan Zero Stunting, Mungkinkah Terealisasi?
Mewujudkan Zero Stunting, Mungkinkah Terealisasi?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fUkEC8bBgYiSoj2s3hcQHCsoSQSDwKefB8-fXGHasH13wXp1Hf3y67mgVxC7INg0RoOjLJGOKzoRFXk4sW49l288g-1mx5CyBCGZYLjh2uLp7KmROPATTIg3RlbevcoOM5zGNLArakaFDCVDAkFcth7voB06QGpqlBTKOfQ5dO9YC-y4nm23be7-0ZyV/s320/20231209_150513.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fUkEC8bBgYiSoj2s3hcQHCsoSQSDwKefB8-fXGHasH13wXp1Hf3y67mgVxC7INg0RoOjLJGOKzoRFXk4sW49l288g-1mx5CyBCGZYLjh2uLp7KmROPATTIg3RlbevcoOM5zGNLArakaFDCVDAkFcth7voB06QGpqlBTKOfQ5dO9YC-y4nm23be7-0ZyV/s72-c/20231209_150513.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/12/mewujudkan-zero-stunting-mungkinkah.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/12/mewujudkan-zero-stunting-mungkinkah.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content