Lagi-lagi Kasus Aborsi, Liberalisme Merusak Generasi

Generasi adalah harapan bangsa, baik dan buruknya suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana kondisi generasi mudanya

Tidak ada pilihan lain jika menghendaki peradaban bangsa yang gemilang, kecuali menyelamatkan generasi dari jeratan liberalisme yang merusak kemuliaan dan potensi mereka


Penulis Mustika Lestari

Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Indikasi rusaknya masyarakat negeri ini tidak bisa dibantah lagi. Betapa tidak, ketika mengamati suguhan media, kita akan menemukan bahwa "kelakuan" generasi sudah mencapai level gawat. Nyaris setiap hari, publik disajikan dengan kabar pembuangan hingga pembunuhan bayi hasil hubungan di luar pernikahan kaum muda-mudi yang tidak mau bertanggungjawab. Kasus aborsi, janin-janin yang tidak berdosa dibunuh, kemudian menguburnya di sembarang tempat, atau pun membuangnya di septik tank.


Penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus penggeledahan rumah yang dijadikan klinik tempat aborsi ilegal di Ciracas, Jakarta Timur. Dalam penggeledahan, aparat kepolisian menemukan sedikitnya tujuh kerangka janin di dalam tangki septik tank. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo mengungkapkan pihaknya bersama tim gabungan dari Puslabfor dan Rumah Sakit Polri Kramatjati telah membongkar tangki pada bagian depan rumah tersebut, dan petugas menemukan sejumlah tulang belulang yang diduga dari janin bayi yang dibuang dari praktik aborsi (tvonenews, 5/11/2023).


Imbas Kebebasan tanpa Batasan


Benar, fakta di atas menyayat hati siapa pun. Terkoyaknya moral generasi di zaman ini tidak bisa dihindari. Karena dorongan mencari kesenangan sesaat, kawula muda terseret dalam aktivitas yang menyimpang, seperti pergaulan bebas, hamil di luar nikah, kemudian aborsi karena enggan menanggung malu. Semakin hari, kasus semacam ini terus terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.


Tentu saja, hal tersebut tidak muncul tanpa ada yang mendasarinya. Generasi muda yang diasuh dengan pemikiran sekuler-liberal, menjadikan kebebasan di atas segalanya. Cara pandangnya yang sekuler atau meniadakan peran agama untuk mengatur kehidupannya, menjadikan mereka kehilangan pegangan hidup, lemah imannya, hingga berani melakukan kemaksiatan tanpa merasa berdosa sedikit pun.


Fenomena ini juga terkondisikan dengan keberadaan media yang menyajikan berbagai informasi, termasuk di dalamnya konten negatif yang memanjakan panca indera tetapi merusak pola pikir. Media yang menyisipkan pesan liberalisme, bertebaran konten pornografi dan pornoaksi, baik dalam bentuk drama film, sinetron, atau pun video pendek. Tanpa sadar semua itu dijadikan tuntunan oleh generasi muda yang labil dalam menjalankan kehidupan nyata mereka. 


Apalagi ketika aurat diumbar kemana-mana, dan bangga ketika memamerkan keindahan tubuhnya. Pun, ketika muda-mudi berdua-duaan di tempat umum, dan tidak ada yang melarang ketika mereka berinteraksi layaknya suami-istri. Sekali pun akhirnya terjadi kehamilan yang tidak diinginkan karena hubungan haram yang kebablasan, dengan mudahnya segera mencari tempat untuk menggugurkan janinnya.


Ditambah lagi dengan sistem pendidikan yang sekuler juga mempengaruhi kepribadian mereka. Visi pendidikan yang sekadar untuk mencari manfaat materi, bukan pembentukan iman yang kukuh. Alhasil, peserta didik tidak memahami Islam dan syariatnya yang mengatur setiap aktivitas manusia. Maka tumbuhlah generasi yang jauh dari Illahi dan tidak takut berbuat dosa.


Adanya pemisahan agama dari kehidupan telah membentuk mindset siapa pun untuk bebas bertindak, bahkan negara memberi jaminan kepada penganutnya sebagai realisasi HAM. Maka tidak perlu heran jika banyak generasi yang berbuat sesukanya. Pada akhirnya, generasi makin babak belur dengan ganasnya sekularisme-liberal yang menghancurkan masa depan mereka. 


Sungguh banyak pihak yang mengharapkan solusi atas kerusakan yang melanda generasi, utamanya kasus aborsi yang kian parah. Edukasi telah diberikan, sanksi sosial juga telah dilakukan, meski saat ini telah dianggap lumrah di masyarakat, demikian pula sanksi hukum sekadarnya. Sayangnya, semua sia-sia belaka. Bahkan, kampanye kaum feminis berupa “aborsi aman” yang konon untuk menolong kaum hawa dari kematian dan berbagai risiko lainnya, tidak dapat menyelesaikan persoalan yang satu ini.


Seruan tersebut justru menjadi sumber masalah baru. Bagaimana tidak jika demikian solusinya maka akan membuat pelaku berpikir bahwa boleh melakukan aborsi, selama legal. Pelaku seks bebas akan merasa aman membunuh janin dari hubungan terlarangnya. Akhirnya, seks bebas yang menjadi cikal bakal dari kasus aborsi makin awet, yang kian jauh dari jalan penyelesaian. 


Tidak terelakkan bahwa sungguh sulit menyelamatkan generasi muda dengan solusi yang lahir dari sistem sekularisme-liberal, ketika agama tidak diberi ruang untuk mengatur seluruh kehidupan masyarakat, atau mengatur generasi secara khusus, maka bukannya menuntaskan, sebaliknya justru menambah rumit persoalan. Dari sini harus ada perubahan secara mendasar dan terstruktur untuk menyelamatkan dan menjaga generasi. 


Menyelamatkan Generasi dengan Islam


Di tengah kehancuran aset umat dan bangsa karena ulah sistem sekuler-liberal yang diterapkan di negeri ini, maka Islam hadir membawa solusi untuk menuntaskannya, termasuk pergaulan bebas hingga aborsi. Hal yang paling penting untuk kita pahami bahwa Islam sangat menjaga nyawa manusia. Sehingga pembunuhan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan dalam pandangan Islam.


Dalam Islam negara adalah pihak yang paling bertanggungjawab untuk menjaga masyarakatnya, maka dengan segala kewenangannya negara akan mengatur masyarakat sesuai dengan tuntunan syariat. Misalnya, pertama negara akan membentuk sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam yang visinya membentuk kepribadian Islam pada peserta didik. Di dalamnya terdapat transfer ilmu yang akan mengukuhkan keimanannya, dan juga ilmu kehidupan. Dengan demikian, generasi yang lahir darinya akan menjadi insan bertakwa yang takut bermaksiat kepada Allah Swt.


Kedua, mengatur pergaulan generasi berdasarkan standar syariat Islam. Dengan Ilmu dan iman dan menjadi modal utama generasi, mereka tidak akan mendekati hal-hal yang diharamkan dalam Islam. Seperti tidak mengumbar aurat, tidak berdua-duaan dengan nonmahram, tidak bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, tidak mendekati zina, dan berbagai aktivitas maksiat lainnya.


Ketiga, memfilter konten media yang menjadi konsumsi publik. Hanya mengambil informasi yang dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat, sementara konten-konten negatif tidak menerimanya sedikit pun. Sehingga, peran media dalam Islam untuk menyebarkan syariat Allah agar dipahami dan dijalankan semua orang.


Terakhir, adanya sanksi yang tegas kepada para pelaku yang mengaborsi janin setelah ditiupkan roh atau 120 hari. Aktivitas aborsi tanpa adanya uzur syar'i termasuk perbuatan yang diharamkan dalam Islam, sehingga akan dikenai sanksi. Dalam hal ini, sebagian ulama berpendapat orang yang melakukan aborsi harus membayar kafarat dengan memerdekakan budak, jika tidak mampu maka wajib baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika masih tidak mampu, maka wajib baginya memberi makan fakir miskin 60 orang. 


Generasi adalah harapan bangsa, baik dan buruknya suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana kondisi generasi mudanya. Maka, tidak ada pilihan lain jika menghendaki peradaban bangsa yang gemilang, kecuali menyelamatkan generasi dari jeratan liberalisme yang merusak kemuliaan dan potensi mereka. Sistem Islam yang menerapkan aturan Islam adalah satu-satunya solusi bagi kehidupan generasi dan manusia secara menyeluruh. Wallahualam bissawab.

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Lagi-lagi Kasus Aborsi, Liberalisme Merusak Generasi
Lagi-lagi Kasus Aborsi, Liberalisme Merusak Generasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJzX8eV_0InMugkjV54LHreze5krjzmrnT4xPxwV57vf3aK1kJkaHvgVPwPpPYEGqk6geYa62IDNfo4aeQYyG3Zk9D0BGx7pPMHLO0VtELggYFHnVZ3ZVqB1bx9diIOO6umnXZnyBarAFtOV8bjPUQI213Aur95Kt9-i8DfWv7sOG_C4xz0-8kUM3ZTZZh/s320/20231115_021530.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJzX8eV_0InMugkjV54LHreze5krjzmrnT4xPxwV57vf3aK1kJkaHvgVPwPpPYEGqk6geYa62IDNfo4aeQYyG3Zk9D0BGx7pPMHLO0VtELggYFHnVZ3ZVqB1bx9diIOO6umnXZnyBarAFtOV8bjPUQI213Aur95Kt9-i8DfWv7sOG_C4xz0-8kUM3ZTZZh/s72-c/20231115_021530.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/11/lagi-lagi-kasus-aborsi-liberalisme.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/11/lagi-lagi-kasus-aborsi-liberalisme.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content