Dekadensi moral generasi yang kian mengakar akan dapat teratasi jika Islam diterapkan
Sebab, Islam akan mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki akidah yang benar dan paham akan jati dirinya sebagai muslim sejati, muslim yang berbuat atas dasar keimanan kepada Allah Swt.
Penulis Sri Yana
Pegiat Literasi
Matacompas.com, OPINI -- Baik buruknya suatu bangsa itu tergantung generasinya, sebagaimana firman Allah Swt.,
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (TQS. Ar-Ra'd: 11).
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaannya. Berarti harus ada upaya generasi saat ini untuk berusaha menjadi generasi terbaik di tengah hempasan ombak sistem liberalisme yang ada di semua lini kehidupan yang sangat berpengaruh, terutama terjadinya dekadensi moral generasi.
Ya, dekadensi moral generasi menjadi PR besar bagi bangsa ini. Tidak dimungkiri, generasi kita tengah dibelenggu berbagai persoalan pelik sebagai imbas diterapkannya sistem liberalisme atas negeri ini. Sebutlah, kasus aborsi yang baru-baru ini terjadi, menambah panjang daftar persoalan generasi muda yang tak kunjung usai.
Dikutip dari detik, 4/11/2023, sebuah klinik kecantikan di Jalan Tanah Merdeka, RT 06/RW 06, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur digrebek oleh polisi, karena menyediakan jasa aborsi ilegal. Hal tersebut membuat kaget pak RT yang merasa dibohongi oleh pemilik klinik kecantikan. Padahal izin tempat tersebut untuk dijadikan salon kecantikan dan kantor advokat, faktanya malah dijadikan tempat praktik aborsi.
Miris, maraknya aborsi menandai dekadensi moral generasi yang bertambah ngeri. Ini baru salah satu yang ketahuan, belum lagi yang tidak diberitakan oleh media. Menambah buruk dekadensi moral ini yang telah dirasakan saat ini.
Fakta makin menguatkan bahwa generasi kita makin terjerat dengam sistem liberalisme. Bebas dalam melakukan perbuatan, tanpa memandang boleh atau tidak, halal atau haram, sesuai hukum syarak atau tidak. Ironisnya, hukum yang ada tidak membuat jera pelakunya. Sehingga semakin hari generasi terus menurun cara berpikirnya. Lebih mencari yang mudah dan praktis. Tanpa melihat apa konsekuensinya.
Di sisi lain, paham sekuler makin menjauhkan generasi dari aturan agama. Agama hanya dianggap sekadar spiritual semata. Hanya sekadar salat, puasa, dan zakat saja. Agama tidak dijadikan tolok ukur dalam melakukan aktivitas. Yang menurutnya menguntungkan digunakan dalam kehidupan, sedangkan yang menurutnya merugikan tidak digunakan. Sehingga asas yang digunakan adalah manfaat.
Dekadensi moral pun kerap kali terjadi karena faktor ekonomi yang kian hari dirasakan kian sulit. Memeras otak bagaimana caranya mendapatkan uang sehingga melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Begitu pula modus salon kecantikan tersebut, karena salon sepi akhirnya mencari inisiatif untuk mendapatkan penghasilan lain dengan membuka praktik aborsi. Sebab, dalam sistem kapitalisme, sesuatu yang tidak mungkin terjadi bisa saja terjadi. Hal-hal yang tidak wajar bisa dianggap wajar. Tidak heran, jika kesulitan ekonomi menjadi salah satu faktor yang kerap membuat orang menghilangkan nalurinya menjadi orang baik.
Dekadensi moral generasi yang kian mengakar akan dapat teratasi jika Islam diterapkan. Sebab, Islam akan mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki akidah yang benar dan paham akan jati dirinya sebagai muslim sejati, muslim yang berbuat atas dasar keimanan kepada Allah Swt.. Bukan hanya berbuat berdasarkan kesenangan semata. Sistem Islam akan mencetak generasi yang hebat, seperti Al-Fatih, Shalahudin al-Ayyubi, dan pemuda-pemuda hebat lainnya.
Inilah sejatinya generasi yang dirindukan oleh umat. Para pemuda penggerak perubahan. Penerus masa depan bangsa. Alhasil, akan terwujud bangsa yang hebat, bangsa yang memiliki pemuda-pemuda yang dapat memberikan kemajuan untuk Islam. Wallahualam bissawab.
