Asas kebebasan telah menjangkiti pemikiran sebagian umat Islam dan keluarga muslim. Dan sistem ini pula dengan asas sekulernya telah mencampakkan peran agama sebagai pengatur dalam kehidupan manusia
Alhasil suami istri bingung dan bahkan tidak menjadikan Islam sebagai landasan dalam menjalankan peran masing-masing dalam rumah tangga. Kebahagian pun diukur dari standar materi bukan rida Allah
Penulis Aisyah Abdullah
Pegiat Literasi
Matacompas.com, OPINI - Perempuan adalah sebagai sosok ibu dan pendidik utama bagi anak-anaknya yang harus dihormati dan dilindungi. Namun sangat disayangkan fenomena kasus kekerasan kepada perempuan terus terjadi bahkan semakin memprihatinkan. Sebagaimana dilansir dari Republika, seorang suami tega membunuh istrinya di rumah kontrakannya di kampung Ciledokan, Bekasi Jawa Barat, pada kamis (07/09/23) pukur 22.00 WIB.
"Pelaku membunuh istrinya karena kesal ditanya masalah uang belanja," sebelum melakukan pembunuhan, pelaku dan korban sempat cekcok masalah ekonomi," ungkap Kapolsek Cikarang Barat AKP Rusna Wati, di Mapolsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/09/23). Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Ciamis, seorang suami berusia 50 tahun ditangkap polisi usai menganiaya istrinya hingga tewas setelah cekcok masalah keuangan. Dilansir dari detik (17/09/23).
Akar Masalah
Jika kita telusuri secara mendalam terkait kasus kekerasan terhadap perempuan ternyata bukan hanya karena faktor internal setiap individu yang lemah dan kurangnya pemahaman terhadap akidah Islam dan syariat Islam yang berefek pada ketidakstabilan dalam mengelola emosi tatkala menjalani beban berat kehidupan. Melainkan faktor utama adalah sistem kapitalis sekuler liberal yang mana sistem (aturan) kehidupan yang menjadi role model hampir seluruh negeri-negeri muslim saat ini bahkan Indonesia sendiri pun mengadopsi sistem tersebut. Sistem kapitalis dengan asas kebebasan kepada setiap individu melahirkan individu-individu yang serba bebas, bebas berkepemilikan, bebas bertingkah laku, bebas berpendapat dan bebas beragama.
Asas kebebasan ini telah menjangkiti pemikiran sebagian umat Islam dan keluarga muslim. Dan sistem ini pula dengan asas sekulernya telah mencampakkan peran agama sebagai pengatur dalam kehidupan manusia. Alhasil suami istri bingung dan bahkan tidak menjadikan Islam sebagai landasan dalam menjalankan peran masing-masing dalam rumah tangga. Kebahagian pun diukur dari standar materi bukan rida Allah.
Sistem kapitalis liberal ini juga telah menimbulkan beban hidup yang semakin berat kepada umat Islam dan keluarga muslim.
Sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan menjadi penyebab mahalnya harga bahan-bahan pokok dan lain-lain. Inilah sebagian potret buram kehidupan yang lahir dari sistem kapitalis
Islam Solusi Tuntas
Islam memposisikan fungsi negara sebagai pelayan bagi umatnya dengan syariat Islam. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda "imam (khalifah) adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya" (HR. muslim dan ahmad). Dalam Islam negara memiliki seperangkat aturan yang berperan penting untuk membangun dan menjaga aqidah umat baik dalam lingkup individu maupun lingkup masyarakat.
Pertama melalui pendidikan di mana pelajaran keislaman terkait akidah, syariah maupun akhlak akan dipahamkan sejak dini baik di rumah ataupun di sekolah. Metode pedidikan dalam sistem Islam berlandaskan akidah Islam yang akan membentuk individu-individu yang berkepribadian Islami (pola pikir dan pola sikap Islam). Sehingga terciptalah individu-individu yang bertakwa. Alhasil akidah Islam akan mampu memberikan kekuatan dan kesabaran tatkala mejalani ataupun menghadapi beban hidup yang berat. Keimanannya akan menjadikan pelindung untuk sabar dan menjaga kewarasan agar tidak mudah terpengaruh pada perbuatan maksiat saat menjalani arus kehidupan yang berat dalam sistem kapitalis liberal.
Kedua negara akan menerapkan aturan-aturan Islam dalam kehidupan untuk menjaga agar aqidah Islam tetap kokoh pada setiap individu dengan melalui perundang-undangan. Dengan begitu, seorang ibu dan seorang ayah akan memahami posisinya dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Di sisi lain negara juga aka mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui penerepan sistem ekonomi Islam yang akan memudahkan para ayah untuk bekerja mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hanya sistem Islam yang mampu menjaga perempuan dan memberikan kesejateraan kepada umat. Maka saatnya mencampakan sistem kufur kapitalis yang gagal melindungi perempuan dan gagal mewujudkan kesejahteraan bagi umat. Wallahualam bissawab. [MDEP]
