Rasulullah saw. menjadikan akidah Islam asas dan pijakan kurikulum pendidikan. Tidak ada celah dari pemahaman asing masuk ke dalam tubuh pendidikan anak-anak muslim
Kualifikasi seorang guru mendapatkan perhatian serius. Artinya, tenaga pendidik memiliki kualifikasi mumpuni dalam proses belajar mengajar
Penulis Sasmin
Pegiat Literasi
Matacompas.com, OPINI - Pendidikan suatu hal yang penting untuk mencetak generasi aktif nan intelek, apa jadinya tanpa pendidikan di tengah-tengah masyarakat lebih lagi bagi generasi selanjutnya. Karena pendidikanlah ajang pembentukan ahli di berbagai bidang bagi generasi bangsa.
Sayangnya, sebagian manusia kurang menyadari peran pendidikan, masih banyak yang salah memahami arti pendidikan khususnya dari orang tua siswa. Faktanya guru mendapat protes dari orang tua siswa hingga berurusan dengan pihak yang berwajib akibat sang guru menghukum siswa yang tidak melaksanakan Salat berjamaah, sedih sekali melihat keadaan guru saat ini semuanya Serba Salah (tribunToraja[dot]com, 07/10/2023). Padahal guru agama tidak hanya bertugas membagi teori melainkan praktik perlu terlaksana apalagi Salat merupakan hal yang wajib.
Kemudian, saya sendiri baru saja mengalami satu insiden di mana siswa melakukan tindakan bullying terhadap teman sebayanya sampai mengalami bekas di bagian wajah. Tindakan tersebut diketahui oleh orang tua siswa tentu mereka tidak menerima apa yang dialami anaknya. Maka pihak sekolah menindaklanjuti agar orang tua pelaku bisa bekerja sama dengan guru untuk memperbaiki sikap buruk anak, tetapi di sisi lain ada keganjalan dari sikap orang tua siswa. Bukannya menegur anak malah membela anak dan menyalahkan guru tersebut.
Dari insiden ini sangat disayangkan, jika melihat dari kondisi yang ada sangat terlihat bahwa orang tua siswa tidak punya ketegasan mendidik anak. Semua orang tua menyayangi anak-anaknya, maka sudah seharusnya mereka sibuk menjalankan peran terbaik mereka dalam mendidik serta mengawasi kesehariannya supaya tercipta akhlak yang mulia.
Selain peran orang tua, sistem pendidikan pula yang perlu diperbaiki, kita ketahui bahwa sistem pendidikan hari ini adalah sekulerisme dalam penerapan kurikulum merdeka. Sebelumnya sudah beberapa kurikulum tergantikan, tetapi jejak kurikulum yang terpakai saat ini pun tidak menunjukkan perubahan secara mendasar dari problem yang dihadapi sekolah, generasi yang dilahirkan tetap saja buruk bukannya kurang malah semakin meningkat. Dari banyaknya fakta-fakta yang dihadapkan ataupun disuguhkan media-media banyak siswa dari usia SD-SMA melakukan tawuran, tindak bullying, kekerasan seksual, ditambah lagi amoral guru dan orang tua dipertontonkan.
Oleh sebab itu dibutuhkan perhatian khusus oleh pemerintahan tertinggi untuk menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi baik dilingkup sekolah maupun di luar sekolah. Fokus dan konsentrasi pada masalah ini adalah mengubah sistem kehidupan. Memandang persoalan ini sanggatlah memprihatinkan sebab minimnya perhatian pemerintah menjadikan penyakit pendidikan dan generasi bangsa. Kewajiban pemerintah untuk memecahkan masalah terabaikan, jikalau pemerintah abai dalam persoalan ini ke depannya akan semakin memburuk. Dari persoalan di atas guna menciptakan akhlak mulia kepada generasi tidak lain perlu sistem kehidupan yang baik dalam menyelesaikan segala persoalan.
Kembali pada kurikulum Pendidikan Rasulullah saw.. Dalam Islam pendidikan adalah upaya secara sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis untuk membentuk manusia yang berkarakter khas yakni syaksiyah Islam (kepribadian Islam), menguasai tsaqafah Islam, menguasai ilmu kehidupan dan memiliki keahlian.
Rasulullah saw. menjadikan akidah Islam asas dan pijakan kurikulum pendidikan. Tidak ada celah dari pemahaman asing masuk ke dalam tubuh pendidikan anak-anak muslim. Maka kualifikasi seorang guru mendapatkan perhatian serius. Artinya, tenaga pendidik memiliki kualifikasi mumpuni dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, butuh dukungan dan kerja sama terhadap orang tua di rumah serta lingkungan masyarakatnya.
Struktur kurikulum yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. bertumpu pada 3 unsur, yakni tsaqafah Islam, ilmu kehidupan yang di dalamnya ada IPTEK dan keahlian, dan unsur penting lainnya adalah terbentuknya syaksiyah Islamiyah.
Syaksiyah Islam adalah unsur mendasar yang menjadi misi dan tujuan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Baru kemudian ilmu lainnya menyeimbangi. Kemudian Rasulullah saw. juga senantiasa melibatkan 3 unsur yang saling terkait satu sama lainnya, yakni peran orang tua harus berjalan dengan baik, keberadaan masyarakat yang beriman dan bertakwa, dan ketersediaan serta keamanan, kenyamanan fasilitas pendidikan oleh negara adalah wajib hukumnya.
Oleh karena itu, demi terwujudnya tiga unsur yang saling berkaitan tersebut, maka umat butuh perisai yang mampu melaksanakannya. Adapun perisai yang mampu mewujudkan cita-cita umat untuk menjaga generasinya adalah dengan mengembalikan Daulah Islam yang menggunakan sistem hukum dari Allah langsung. Karena sesungguhnya tiada lain yang mampu mengurusi umum dengan baik kecuali seorang Khalifah (kepemimpinan) yang ada dalam naungan daulah Islamiyah. Wallahualam bissawab.
