Garutku Sayang, Garutku sedang Kering Kerontang

 


Allah sebagai pemilik hakiki dari seluruh langit dan bumi ini, kemudian manusia diberikan kuasa (istikhlaf) untuk mengelola apa yang diberikan Allah ini sesuai dengan syariat

Ketika penguasa sudah menetapkan satu kawasan atau hutan untuk lahan resapan air, maka tidak boleh diganggu yang pada akhirnya ketika ditebang, dialihfungsikan menjadi lahan palawija, wisata, perumahan, dsb., bisa menyebabkan banjir atau kekeringan karena sudah tidak ada lagi lahan resapan


Penulis Susi Rahma 

Pemerhati Masalah Sosial


Matacompas.com, OPINI -- Beli tas papirut dan kue pukis
Tidak lupa melipir ke Sukaregang
Kini Garut sedang menangis
Mata airnya  kering kerontang


Ya, Garut adalah kota kecil dengan segala keindahan alam dan kulinernya seperti dodol dan kerupuk kulit, kini sedang berduka. Kekeringan melanda Kabupaten Garut hampir dua bulan lamanya. Kekeringan ini berdampak terhadap kehidupan puluhan ribu warga Kota Dodol ini. Warga masyarakat kesulitan air bersih, begitu pun sawah banyak yang gagal panen. Dari gagal panen ini tentu saja harga beras semakin melambung tak terkendali. Dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Nasional pada Jumat (15/9/2023) ini mencatat setidaknya ada 17.529 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 51.657 ribu jiwa, yang dilaporkan terdampak kekeringan ini. 


Kekeringan terjadi di 19 dari 42 kecamatan yang ada di Garut. Warga menjadi kesulitan untuk mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Banyak warga yang kini menunggu bantuan air bersih tersebut demi kelangsungan hidup, karena tidak bisa dinafikan dengan sulitnya air menyebabkan mereka mengalami kesulitan, selain untuk minum juga untuk mandi dsb.


BPBD Garut mencatat untuk 19 kecamatan tersebut mereka membutuhkan sekitar 3,2 juta liter air per dua minggu. Asumsinya setiap orang mendapatkan 4 liter per harinya. Pemkab Garut masih belum bisa memenuhi semuanya. Dari kontribusi berbagai pihak, air bersih yang bisa diakses baru dikisaran 581 ribu liter. (detik[dot]com, 15/9/2023)


Kesulitan air bersih dampak kekeringan ini, menimbulkan masalah baru. Persawahan yang juga harus dialiri air, kini diperkirakan akan mengalami gagal panen. Jumlahnya tidak kecil. Pemda Garut mencatat sekitar 22 hektar sawah yang mengalami kekeringan. Dari kemungkinan gagal panen ini, tentu akan menyebabkan harga beras melambung di pasaran di mana, saat ini beras dihargai mulai dari Rp13,5 ribu hingga Rp17 ribu tergantung kelasnya. Dari harga sebelumnya kita lihat berarti ada kenaikan sekitar 2 ribuan per kilogramnya.


Mengapa Kekeringan Ini Bisa Terjadi?


Alam mungkin sedang tidak bersahabat dengan kita, perkiraan pergantian musim yang biasanya bulan-bulan ini adalah musim penghujan, ternyata masih kemarau. Bahkan kemarau sepertinya akan terus bergulir sepanjang tahun ini. Tetapi kadang tidak luput juga dari tindakan-tindakan yang dilakukan manusia.  


Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dapat serius dalam mencegah terjadinya alih fungsi lahan. Di Kabupaten Garut ini, kurang lebih sekitar 14 kecamatan yang terdampak bencana banjir dan longsor. Sementara penyebab kekeringan disinyalir salah satunya karena pembabatan hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan palawija. Hutan tidak lagi bisa menyerap hujan, bisa menyebabkan banjir dan keringnya mata air karena tidak ada lahan resapan.


Menurut Yudha, keberadaan destinasi wisata dan desa wisata juga harus dalam pengawasan ketat. Manusia memang perlu refreshing sekedar untuk mengusir penat dan lelah. Tapi apabila perkembangan desa wisata yang tidak diawasi akan menjadikan area tangkapan air menjadi berkurang. Ia menilai jika tanaman tegakan di area tangkapan air berkurang, maka tentu saja akan memengaruhi debit air sungai. Tentu saja ketika hujan deras, kemdian tanaman tegakan minim, air tidak akan tertahan mengalir ke daerah aliran sungai, hal ini akan menyebabkan banjir bandang. (Republika[dot]co[dot]id, 17/07/2023)


Benar adanya yang diberitakan dalam Al-Quran: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Arruum: 41)


Islam dan Solusi Tata Kelola Lahan


Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Diturunkan oleh Allah untuk menjadi solusi bagi seluruh aspek kehidupan. Dari mulai masalah makanan, pakaian sampai tata kelola lahan, Islam punya jawaban. Jika kita menggali berbagai sumber dan literasi, Islam memandang bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah. Kita dapati dalam Al-Qur’an “Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).” (QS An-Nuur [24]: 42)


Juga kita dapati Allah Swt. juga berfirman yang artinya, ”Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Hadid [57]: 2). 


Kita harus pahami bahwa ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa pemilik hakiki dari segala sesuatu (termasuk tanah) adalah Allah Swt. semata. (Yasin Ghadiy, Al-Amwal wa Al-Amlak al-‘Ammah fil Islam, hal. 19)


Allah sebagai pemilik hakiki dari seluruh langit dan bumi ini, kemudian manusia diberikan kuasa (istikhlaf) untuk mengelola apa yang diberikan Allah ini sesuai dengan syariat. Dalam salah satu ayat disebutkan ”Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” (QS Al-Hadid [57] : 7)


Ditafsirkan oleh Imam Al-Qurthubi bahwa kepemilikan itu asalnya dari Allah dan manusia tidak memiliki hak kecuali untuk memanfaatkan (tasharruf) sesuai dengan cara-cara yang Allah ridai. (Tafsir Al-Qurthubi juz 1 hal 30). 


Gambaran ini memperjelas kepada kita bahwa ada 2 point yang harus difahami, yaitu: 

Pertama, Allahlah pemilik hakiki dari tanah.

Kedua, manusia telah diberikan kuasa untuk mengelola tanah menurut hukum-hukum Allah Swt.


Hal ini berimplikasi bahwa persoalan tanah dan pengaturannya harus berdasarkan pada hukum-hukum Allah (Syariat Islam) saja. (Abduh & Yahya, Al-Milkiyah fi Al-Islam, hal. 138). 


Termasuk ada salah satu point dalam Islam ada tanah hima. Berbicara tentang hima, maka kita dapati bahwa Rasulullah pernah menetapkan Naqi’ (ini adalah sebuah padang rumput di Madinah) dimana di Naqi’ ini kaum Muslimin bebas menggembalakan kuda-kuda mereka dan tidak digunakan untuk hal lainnya. 


Juga kita dapati Rabdzah (nama padang rumput juga) yang ditetapkan oleh Abu Bakar untuk menggembalakan unta-unta zakat dan bukan untuk keperluan lainnya (Zallum hal 85). Ini menandakan bahwa Rasululllah dan para khalifah sesudahnya pernah menetapkan hima pada tempat-tempat tertentu apakah untuk padang gembala, resapan air dsb.


Dalam hal ini berarti ketika penguasa sudah menetapkan satu kawasan atau hutan untuk lahan resapan air, maka tidak boleh diganggu yang pada akhirnya ketika ditebang, dialihfungsikan menjadi lahan palawija, wisata, perumahan, dsb., bisa menyebabkan banjir atau kekeringan karena sudah tidak ada lagi lahan resapan.


Maka tidak ada lagi jawaban, kecuali semua kembali kepada Islam. Menjadikan Islam sebagai standar dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk dalam tata kelola lahan. Kita berharap Islam sebagai rahmatan lil 'alamin segera terwujud. Wallahualam bissawab.

Name

Analisis,4,Motivasi,2,Nasional,4,Opini,163,Polri,17,Puisi,1,Sumbar,25,Surat Pembaca,6,TEENAGER,1,TNI,50,
ltr
item
TV Negeri: Garutku Sayang, Garutku sedang Kering Kerontang
Garutku Sayang, Garutku sedang Kering Kerontang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_0VHvzr1QCWdho30uNIxbHO5Bzasjlc8Ziz7IMQFVoDm-yZRt-aiTknS9waMpP-p5VSt-2xTn3wH-HNnUxvpGJaku83wO4aphK2dqBqA6YBw04hNt5AuSGcEvZBD2Sbx0orxABEJuvvCx4-Ojc7eChkRQ_Ta9g6s1bZXfc_5rllvtTZzMC0rxt8GYTdrW/s320/20230930_144131.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_0VHvzr1QCWdho30uNIxbHO5Bzasjlc8Ziz7IMQFVoDm-yZRt-aiTknS9waMpP-p5VSt-2xTn3wH-HNnUxvpGJaku83wO4aphK2dqBqA6YBw04hNt5AuSGcEvZBD2Sbx0orxABEJuvvCx4-Ojc7eChkRQ_Ta9g6s1bZXfc_5rllvtTZzMC0rxt8GYTdrW/s72-c/20230930_144131.jpg
TV Negeri
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/09/garutku-sayang-garutku-sedang-kering.html
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/
https://tv-negeri.blogspot.com/2023/09/garutku-sayang-garutku-sedang-kering.html
true
8903722848118040034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content