Sistem pendidikan Islam menjadikan rida Allah sebagai tujuan menuntut ilmu dan akidah sebagai landasan kurikulum pendidikan. Outputnya adalah untuk membentuk kepribadian Islam pada setiap individu siswa
Siswa diharapkan memahami bahwasannya menuntut ilmu adalah perintah Allah Swt. dan rasulNya untuk keberlangsungan Islam dan peradabannya
Oleh Ummu Aidzul
Tenaga Pendidik
Matacompas.com, OPINI -- Pemerintah Kabupaten Bandung mengirim 48 orang Pramuka perutusan untuk mengikuti Raimuna Nasional yang diadakan tanggal 14-21 Agustus di Pondok Perkemahan Cibubur Jakarta.
Berkaitan dengan gerakan Pramuka, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang biasa dipanggil "Kang DS" sangat optimis bahwasannya kegiatan ini akan mampu menyempurnakan pendidikan formal serta membentuk karakter bagi siswa sekolah. Hal ini diungkapkan pada saat pelepasan peserta Raimuna Nasional XII Kontingen Kwarcab Kabupaten Bandung.
"Pramuka Hebat Indonesia Bangkit" yang menjadi tema dari kegiatan tahun ini sangat berkaitan dengan kondisi saat ini di tengah tantangan era informasi. Menurut Kang DS kegiatan ini merupakan suatu wadah yang positif dalam menguatkan persaudaraan dan persatuan serta sarana edukatif yang di dalamnya memuat komponen kreatif dan rekreatif. Selain itu bisa membantu perkembangan mental serta fisik generasi muda yang penuh dinamika. (Pasjabar, 12 /08/2023)
Raimuna Nasional yang diselenggarakan di Cibubur tersebut dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tujuannya, untuk memberikan arahan positif kepada kaum muda agar tidak terjerumus pada kegiatan negatif yang banyak dilakukan hari ini.
Pelajar saat ini banyak yang terlibat tawuran, pergaulan bebas, narkoba, geng motor dan perilaku unfaedah lainnya. Di tahun 2022 misalnya, sebanyak 15.212 permohonan dispensasi nikah di Jawa Timur 80 persen sudah hamil duluan (CNN Indonesia, 17/01/2022). Sebanyak 457 orang pelajar terlibat tawuran sepanjang kurun tahun 2022 di Bandar Lampung. (RilisIDLampung, 26 Februari 2023)
Pramuka sebagai lembaga nonformal yang dibuat untuk melengkapi pendidikan formal sekolah bertujuan untuk membangun karakter siswa. Pelaksanaannya dilakukan satu minggu sekali dalam kurun waktu satu jam. Waktu yang singkat itu tentu tidak akan cukup untuk membangun karakter siswa dan mengalihkan perhatian dari perilaku negatif. Karena penyimpangan perilaku siswa merupakan buah dari sistem pendidikan sekuler. Sistem sekuler yang menjauhkan agama dari kehidupan, menjadikan agama hanya sebatas ibadah ritual saja. Sistem pendidikan sekuler lebih condong pada nilai-nilai pengetahuan umum dan meminimalkan peran agama. Tak heran jika arah pandang siswa hanya mengejar nilai di sekolah, para guru pun disibukkan dengan kejar kurikulum yang terus berubah. Sistem pendidikan ini selain meminggirkan peran agama, juga menjadikan output pendidikan siswa untuk mesin industri (buruh kapitalis).
Sistem pendidikan sekuler kapitalis yang menjadikan materi sebagai landasan membuat sekolah-sekolah berlomba menarik minat siswa untuk kelanggengan sekolah dan prestasi akademik, bukan kelestarian ilmu itu sendiri. Selain itu orang tua juga mengharapkan hal yang sama, berharap nilai akademik anak baik, maka mudah mendapat pekerjaan di masa depan. Akibatnya pembentukan nilai moral dan karakter terlewatkan.
Berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang akan menjadikan rida Allah sebagai tujuan menuntut ilmu dan akidah sebagai landasan kurikulum pendidikan. Outputnya adalah untuk membentuk kepribadian Islam pada setiap individu siswa. Siswa diharapkan memahami bahwasannya menuntut ilmu adalah perintah Allah Swt. dan rasulNya untuk keberlangsungan Islam dan peradabannya.
Selain itu, negara akan menyediakan pendidikan yang berkualitas dan gratis bagi seluruh rakyat baik muslim maupun non-muslim, kaya maupun miskin. Karena pemimpin dalam Islam wajib untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat termasuk pendidikan. Rasulullah saw. bersabda:
"Imam (pemimpin) adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya." (HR Al-Bukhari)
Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler bisa saja menjadi pelengkap pendidikan formal yang menambahkan keterampilan dan kemandirian siswa, hanya saja harus dengan kerangka sistem pendidikan Islam bukan dalam kerangka sistem sekuler seperti saat ini.
Tentu sistem pendidikan Islam tidak bisa berdiri sendiri, diperlukan penerapan institusi Pemerintahan Islam kafah yang akan menopangnya. Maka kita harus meninggalkan sistem kapitalisme sekuler ini dan bersegera pada penerapan sistem Islam secara menyeluruh.
Wallahualam bissawab.
